Kompas, Jumat, 11 Mei 2007
Surabaya, Kompas – Tim dari jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember mendominasi dua kelompok Lomba Cipta Elektronika Nasional atau LCEN 2007. Di kelompok elektronika dasar, tim SMP Negeri 4 Sidoarjo menjadi juara meski harus bersaing dengan tim yang beranggotakan pelajar SMA.
Sunawan Tanujaya dan Agung Sri Wardono dari Teknik Elektro ITS menjadi juara kelompok Elektronika dan Otomasi Industri. Alat penyalin dan pengganda cakram padat tanpa komputer buatan mereka mengalahkan 11 karya finalis LCEN lain.
“Meski sudah ada alat serupa di pasar, juri tetap menilai karya mereka inovatif. Mereka membuat alat yang lebih sederhana dan murah dibandingkan dengan yang sudah beredar,” tutur Ketua Panitia LCEN 2007 Baskoro di Surabaya, Kamis (10/5).
Alat itu memiliki satu pembaca dan satu penyalin data cakram padat. Data dari unit pembaca akan disimpan di unit pengontrol mikro berkapasitas 12 megabyte. Dari unit pengontrol, data dipindahkan ke cakram di mesin penyalin. “Kecepatan penyalinan bisa ditingkatkan dengan menambah kapasitas microcontroller,” tutur Agung.
Alat itu dibuat dengan biaya Rp 800.000. Alat dengan fungsi serupa dipasarkan dengan harga rata-rata di atas Rp 2 juta per unit. “Karya kami bisa lebih murah jika komponen dibeli secara massal,” ujarnya.
Mahasiswa Teknik Elektro ITS lainnya, Wahyu Exano dan M Dofir, menjadi juara di kelompok Biomedik. Mereka membuat stimulator elektrik untuk rehabilitasi fungsi motorik otot gerak makhluk hidup.
Karya itu menyingkirkan program mesin ATM untuk penyandang cacat buatan Christian Perdana. Mahasiswa Teknik Elektro ITS itu harus puas menempati tempat kedua dengan karya yang bisa dijadikan program pemilih pada mesin ATM.
Di kelompok eletronika dasar yang diikuti pelajar SMA dan SMP, tim SMP Negeri 4 Sidoarjo keluar sebagai juara. Mereka membuat alat pembunuh kuman di air tanpa proses pemanasan. “Kami memakai ozon untuk membunuh kuman. Alat buatan kami mengolah oksigen menjadi ozon,” tuturnya.
Sementara tim SMP Petra 3 Surabaya (bukan SMP Petra 5 Surabaya seperti ditulis sebelumnya-Red) harus puas menjadi finalis saja. Kloset tanpa air dan pembuat biodiesel otomatis belum bisa memesona juri. Padahal, biasanya tim-tim SMP Petra 3 Surabaya selalu mendapat peringkat tinggi pada LCEN tahun-tahun sebelumnya. (RAZ)
Sumber :: kompas link asli di sini

Teknik elektro ITS memang okey prestasinya. Kapan ya pembukaan pendaftaran untuk LCEN 2008, kok saya cari belum ada. Biasanya kan bulan Nopember sudah buka, atau selambat-lambatnya awal Desember. Kalau sudah ada, tolong dipublish di blog ini biar lebih mudah di akses.
Dominasi sekolah Petra di LCEN selama ini memang baru bisa dipatahkan pada LCEN 2007 lalu. Anak-anak Petra di bawah bimbingan pak Gunawan memang kombinasi yang hebat. Namun team binaan saya juga senantiasa mengasah kemampuan sehingga dalam waktu 3 tahun ini telah meloloskan 2 finalis LED ITB dan 3 finalis LCEN ITS membayang-bayangi langkah Petra. Pada LCEN 2007 lalu, team binaan saya berhasil meraih juara 2. Untuk LCEN 2008 ini, saya juga sementara mengelus-elus jago-jago saya supaya siap laga di arena paling bergengsi tersebut.
Btw …, meski team saya dan team Petra berkompetisi ketat di lomba, tapi saya dengan pak Gunawan berteman dekat. Demikian juga dengan pembina dan juga peserta lain. Jadi selain menjadi ajang kompetisi, LCEN juga menjadi ajang silaturahmi.
Terimakasih dan salam eksperimen.
Salam eksperimen pak, terimakasih sudah berkunjung ke blog ini, seorang blogger terkenal di WP rek
Prestasi arek Elektro ITS memang hebat. Arek-arek E43 lebih hebat lagi. Selamat buat anda semua.
Hayo pacu lebih tinggi untuk berprestasi, yang sudah nasional lebih ke internasional, yang sudah internasional lebih ke top karir…dan yang masih dikampus cepat-cepat ngikut teman-teman yang sudah sukses.
Dalam setiap keberhasilan anda mohon jangan lupa selalu mencatumkan asal almamater, kami turut bangga dan berbahagia.
Salam semuanya.
ikut nimbrung. shiro e46. Victory!!
@ pak ashari : terima kasih sudah berkunjung ke blog kami.
semua ini tidak terlepas dari doa dari dosen, teman2 elektro.
Semoga elektro jaya pak yah.
Sukses juga buat bapak.
Victory!
Hidup Elektro ITS!
@ shiro : silahkan…terima kasih… Hidup elektro ITS.
Saya tertarik dengan blog ttg alat pembaca cakram padat. Begini ceritanya :
Saya punya hardisk laptop yang saya buat external dengan USB 2.0. Kendala saya adalah hdd external saya jatuh dan akhirnya data-data saya tidak bisa dibaca. Padahal saya butuh sekali data saya tersebut.
Dan saya coba liat isinya ternyata hanya lempengan bening yang doisebut cakram padat tadi. Saya yakin data saya masih ada hanya mekanik/komponen elektronik di hdd saja yang sudah rusak. Saya mencoba mencari tempat service hdd laptop tapi semua toko komputer ternyata pada nyerah alias tidak bisa. Malah saya liat mekanik tambah parah, maka saya ambil lempengan bulat bening (cakram padat) tadi.
Dengan blog ini saya berharap dapat informasi :
1. Apakah cakram padat saya bisa dibaca dengan alat tersebut ?
2. Dimana saya bisa memperolehnya?
3. Berapa harganya?
Makasih semoga bisa membantu. Mohon jawaban bisa dikirim via e-mail saya. Saya berharap data-data saya masih bisa diselamatkan.
Wassalam
Mas Win