Preface
Pemahaman bahasa dalam kehidupan manusia
(jadi gini….)
tidak dapat dipungkiri lagi, bahasa merupakan sarana terpenting dalam kehidupan kita sebagai manusia yang berakal sehat (maknai kata2″sehat” ). Salah komunikasi dapat menyebabkan kita selingkuh(1) .
“Selingkuh-itas”
Makna bahasa dapat mempengaruhi pola berpikir kita, sebagai ilustrasi:
fakta bahwa orang2 eskimo mempunyai sekitar 20 kata untuk melukiskan salju, menunjukkan bahwa mereka peka dalam mempresepsikan realitas salju. Karena salju merupakan faktor penting dalam kehidupan mereka, dalam bahasa Arab Klasik, konon terdapat lebih dari 6000 kata untuk melukiskan unta (warnanya,struktur tubuhnya, jenis kelamin, usia, gerakan, kondisi dan perlengkapannya.
“selingkuhitas” percakapan dapat menyebabkan pola berfikir yang salah:
eg: si Asto bilang “teh poci-ne buKantin”, bagaimana tidak terpingkal-pingkal Arul dibuatnya (poci(makkasar) =puser). Atau Brokokok teriak “ayo nyatu” pada waktu pengkaderan, tanpa pikir panjang kita langsung memperkokoh kesatuan kita sebagai e43-tercinta, padahal saat itu waktunya makan malam.
Bagaimana kalau Arul bilang Nasi kebo palu?bisa2 dijawab muke lu jauh sama Teri(ucup). (kebo,palu( makkasar) =putih,masak)
terkadang karena kita merasa tidak enak (sungkan) pada lawan bicara, bisa dengan pura2 mengerti,mengira2( guessing) gmomong apa orang ini. Hal ini SANGAT-KAH berbahaya, penting bagi kita untuk bertanya terlebih dahulu apabila ngga’ paham agar tidak terjadi hal hal baru yang tidak dimaksudkan. .
ilustrasi:
ibuWanti,wanita Indonesia 60 tahun sedang makan malam dengan pria muda Inggris,John Woodward,mitra bisnis suaminya. Karena itu, penting baginya untuk memberi kesan baik walaupun sebenarnya bahasa Inggris buWanti sangat buruk. Pertama-tama mereka menyantap makanan khas gado-gado yang mengandung sayuran dan saus kacang. John sangat menyukai makanan itu, terutama bumbunya, sehingga John bertanya kepada ibuWanti:
“Mam, this is very delicious food. I like the dressing. Can you tell me what the dressing is?”
“Oh, my dress is kebaya”,jawab buWanti
Kemudian mereka makan salad, makanan perangsang selera asal Amerika
“Do You like salad, Mam?”,tanya john lagi
“Salad?of course!”,”Five times a day!”,tegas buWanti
terakhir adalah makanan penutup dari China, mie goreng, buWanti merasa tidak enak karena John selalu memulai percakapan memutuskan untuk bertanya lebih dahulu kepada John.
“Well John, do you like mie (baca:me)?Still Hot and Fresh!”.
Coba bayangkan mimik wajah John (jangan mikir terlalu jauh/ane2), setelah mendengar kata2 tegas buWanti (tentunya buWanti dengan wajah tanpa bersalahnya) .
Bias Budaya
Kendala mempelajari bahasa asing yang paling menjadi momok apalagi kalau bukan bias budaya (sangat mempelajari cara pembelajaran) . Orang yang dapat menghafal seisi Kamus (Eng-Ind,vice versa),seperti kamus berjalan belum tentu dapat berbahasa asing tersebut
Badan saya tidak enak : myBody is not delicious
belakang prei : back Holiday
‘ndasmu : yourHead
nyuwun sewu : give me one thousand
lambemu suwek! : your lips is broken!
ngomong opo to le,le : say what boy,boy
Smell a rat (curiga) : mambu batang
Apabila kita tidak mengetahui seluk beluk kedua budaya bahasa, maka pembelajarannya akan menjadi ngawur..
to be continued… .
(1) Selingkuh–> Ambigu (dalam kamus bahasa indonesia, ambigu=mendua)
by Hardian
(mahasiswa sementara jurusan sastra)
dikutip dari milist e43

[...] Bias Bahasa (terinspirasi postingan teman saya di sini) [...]
[...] Fenomena Bahasa, keajaiban manusia (bag.2) Diarsipkan di bawah: artikel, opini — aRuL @ 10:22 pm Lanjutan dari Fenomena Bahasa, keajaiban manusia (bag.1) [...]
[...] Bias Bahasa (terinspirasi postingan teman saya di sini) [...]