]. Disini gak ada yang kayak gitu2an. Ya iyalah, mau ditaruh mana kambingnya dingin2 gini, secara klo malam sekarang bisa -5 derajat Celcius. Bisa jadi frozen meat tuh kambing
). Kemudian masalah penyembelihan hewan, disini gak sembarangan orang bisa menyembelih, harus punya ‘License to Kill’, dan juga harus di tempat khusus [slagerij] yang terpantau kebersihan dan higienitasnya. Disamping itu, masih banyak juga orang sini yang kontra terhadap penyembelihan secara islami yang dianggap lebih sadis. Padahal sudah ada penelitian yang menyatakan bahwa penyembelihan secara islami ‘lebih tidak sakit’ bagi hewan dan dagingnya jadi lebih segar. Karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan seperti di atas, jadi agak sulit untuk menemukan apa yang biasa kita lihat di Indonesia.
Satu lagi yang paling ‘menyedihkan’ adalah suasana rumah pas Idul Adha. Biasanya di rumah, keluarga besar ngumpul semua, beli kambing sendiri, trus dimasak dan dimakan bareng2. Ada sate, gule, krengsengan, dll yang pokoke mak nyus. Favorit saya adalah sate yang banyak gajihnya. Apalagi kalo gajihnya dari ekor wedhus gibas, wuih, enaaaak banget!!!
Kemudian tentang Sholat Ied, ada cerita menarik pas sholat tadi pagi. Jadi saya berangkat dari rumah jam 9, jalan kaki ke masjid sampe sana jam 9.10. Pede aja gitu masuk masjid, untunglah belum telat, masih khotbah. Masjid udah penuh banget, gak kayak biasanya pas sholat Jumat. Terus duduklah saya di dalam masjid, milih duduk di deket heater biar agak angetan. Tengah2 khotbah baru sadar klo ini sholat Ied, sholat dulu baru khotbah. Hahahaha. Goblok banget! Jadi malu deh. Yah mending terlambat daripada tidak sama sekali
.
with love,
-=Ali Akbar=-
